Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Jambi

Pesawat Sriwijaya Air mengalami kecelakaan di Jambi. Pesawat Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan SC-062, tergelincir di sekitar bandara Sultan Thaha, Jambi pada tgl 27/08/08, jam 16.20wib. Korban luka sejumlah 3 orang adalah penduduk yang berkebun di tempat kejadian. Sedangkan, 125 penumpang dan 6 awak diberitakan selamat. Para korban saat ini sedang dirawat di RS Asia Medika, Jambi. Pesawat
tsb adalah tujuan Jakarta-Jambi.

..updated
Dikabarkan oleh TVOne, salah seorang korban-petani di sekitar bandara-yang menjadi korban bernama Pasri (52thn) mengalami putus tangan dan gegar otak. Saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di RS. Asia Medika, Jambi. Saat kejadian, Pasri sedang berada di kebun sayurnya yang berjarak sekitar 200 m dari landasan pacu bandara Sultan Thaha.
Menurut salah satu penumpang pesawat naas tersebut, Tarmizi, mengatakan bahwa saat pesawat masih di udara sudah terdengar suara-suara bising.
Menurut Wakil Direktur Sriwijaya Air, Capt. Hawick, pesawat naas buatan tahun 1986, tersebut adalah laik terbang. Dugaan sementara, faktor cuaca dan pendeknya landasan merupakan penyebab kecelakaan. Dugaan lain, adalah rusaknya sistem hidrolik rem pesawat.
Saat, ini KNKT dan Polisi sedang melakukan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan. Lokasi kecelakaan telah diberi garis polisi.

7 Komentar

  1. […] sumber: Skyrider’s Blog […]

  2. huaaaa Jambi………

    tu lah kan runway nya ga dipanjang2 in, dr dulu 2000m teruuuus

  3. iya nih landasannya harusnya ditambah ..

  4. hidup semakin tidak pasti. apakah ketika kita di darat, di laut, apalagi di udara.
    😀 tapi hidup yg tak pasti ini harus tetap dirayakan.

  5. kasiian petaninya😦

    oia, makasihh ya udah berkunjung ..

    salam kenal ..

  6. apa betul viena dewi pramugari disini?

  7. hmm, turut prihati juga dengan kecelakaan pesawat sriwijaya,
    ini merupakan kecelakaan pertama yang dialami….

    memang faktor cuaca sangat berpengaruh ketika pesawat masih berada diudara,
    namun faktor kuat lainnya juga dari internal pesawat itu sendiri maupun faktor pendukung utama, misalnya bandara ( runway, radar ).

    memang armada pesawat sriwijaya masih bisa dikatakan laik terbang, hal tersebut didasari oleh perawatan pesawat yang rutin dilakukan,,
    namun dengan usia 25 tahun, kemungkinan fatal yang terjadi secara tiba – tiba itu pasti bisa terjadi, yang biasanya timbul pada saat pesawat dalam keadaan siap landing..

    misalnya : masalah rem pesawat yang bisa menimbulkan pesawat tergelincir.

    oleh karena itu, alangkah lebih baiknya sriwijaya air menggunakan pesawat dengan usia dibawah 12 tahun atau 10 tahun,, sesuai dengan standart kelayakan operasi pesawat di eropa, yang sekarang menjadi acua perbandingan bagi maskapai lainnya dari berbagai negara didunia.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s